Posts

Showing posts with the label blogger

Pandu Anak Buangan

Image
Buku dengan judul cerita dari Digul berisi tulisan eks digulis yang dikumpulkan oleh Pramoedya Ananta Toer. Buku ini berisi lima cerita, salah satunya berjudul Pandu Anak Buangan oleh Abdoe’lXarim M.s. Menurut Pram, hingga tahun 1945 hanya inilah karya sastra satu-satunya yang bertemakan psikologi. Secara personal, saya merasa seolah-olah kehilangan hal yang cukup berarti hingga berhari-hari setelah membaca cerita ini. Demikian saya tuliskan potongan/ringkasan cerita Pandu Anak Buangan *** Pandu, seorang anak dari ayah dan ibunya yang biasa saja, tinggal di suatu kampung dalam daerah Madiun. Pada tahun 1918 Bung Pandu berumur 14 tahun setelah tamat dari sekolahnya yang tidak menggunakan bahasa Belanda, Pandu mendapatkan pekerjaan magang yang tak bergaji di kantor wedana. Bukan karena kepintarannya, namun karena pertolongan salah satu kenalan ayahnya. (wedana= kepala pemerintahan pribumi di distrik) Di tahun 1921, tiga tahun sudah lamanya Bung Pandu menjadi magang dan tak bergaji. ...

Lady in Waiting

Image
Buku ini bukanlah tentang bagaimana menemukan pria yang tepat, tetapi tentang bagaimana menjalani hari-hari lajang dengan berkualitas. Terlepas menikah atau tidak, masa penantian harus diisi dengan 10 kualitas yang ditemukan dari kitab Rut. Berikut ringkasan dari 10 bab buku lady in waiting. Bab 1. Wanita dengan penyerahan tanpa ragu. Pernahkah Anda mengasumsikan bahwa pemenuhan terbesarmu akan di dapat dalam pernikahan? Pernahkan Anda secara pribadi berpendapat bahwa wanita-wanita yang terpuaskan hanyalah mereka yang menikah? Terlalu banyak wanita Kristen berpikir bahwa kerinduan terdalam haati mereka hanyalah mengenai cinta, pernikahan dan menjadi seorang ibu. Apakah Anda yakin bahwa dengan memiliki pria yang tepat segala kesedihan akan sirna? Gary Chapman pernah berkomenar, “sungguh berbahagialah orang-orang yang menikah atau tidak, yang telah menemukan bahwa sukacita tidak didapat dalam pernikahan tetapi dalam suatu hubungan yang benar dengan Allah”. Seorang profesor wanita ...

DENAH RUMAH 8X15M

Image
Mungkin akhir-akhir ini hunian yang familiar adalah sejenis apartemen ataupun rumah susun. Konsepnya sebenarnya sama saja, bangunan vertikal tanpa halaman, hanya saja beda versi. Versi mewah aka apartemen dan versi merakyat aka rusun. Mungkin salah satu alasannya adalah terbatasnya lahan yang bisa dijadikan untuk hunian. Tapi jika kita mau memilih untuk tinggal tidak terlalu di pusat kota, masih besar kemungkinan untuk medirikan rumah yang langsung napak di bumi. (duhh, bahasa) Luas hunian sebenarnya mengikuti rencana jumlah penghuni. Tapi bisa dirata-ratakan pasangan di Indonesia yang menikah akan memiliki 2 anak (Konon katanya program 2 anak cukup adalah warisan Pak Harto yang terbaik bagi Indonesia). Rumah tinggal biasanya harus memenuhi fungsi-fungsi ruang sebagai kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Luas kebutuhan minimum setiap orang adalah 9m2, berarti kebutuhan untuk keluarga adalah 36m2. Sudah tau ya, alasan rumah-rumah minimalis yang ditawarkan banyak yang tip...

#namakuPram

Image
Bulan Mei kemaren, di Kemang tepatnya di cafe dia.lo.gue diadakan pameran dengan tema “namakuPram”. Saya bahagia jika anda yang membaca ini mampir kesana atau sekedar tau siapa itu Pram, Pramoedya Ananta Tour. Tapi saya rasa, masih banyak yang belum mengenal sosok beliau. Pram salah satu idola saya. Sejak saya pertama kali baca bukunya, saya langsung jatuh hati padanya. Pada cara pikirnya, pada buah pikirannya. Jika dikalangan penyanyi ada sebutan diva, nah...Pram adalah diva untuk sastra. Jika ada kesempatan untuk saling tukar pikiran mengenai buku, saya tak pernah lupa untuk menyarankan membaca karangan Pramoedya. Karena memang bukunya sungguh luar biasa. Buku yang ditulis puluhan tahun lalu, masih saja relevan dengan keadaan sekarang. Ruang kerja Pram, pada pameran #namakuPram Pram menghabiskan hampir setengah dari usianya di dalam penjara. Bahkan tulisan-tulisannya dia hasilkan dari penjara. Ada banyak tulisannya yang dirampas, dibakar, tak boleh terbit. Tapi dia tak pe...

The opini (Nikah muda,NOO !!)

Image
Sumber: Google Menikah bukan pencapaian,menikah bukan ajang cepet-cepetan, menikah bukan prestasi, tapi menikah adalah pilihan. Pilihan yang menurut saya sangat-sangat-sangat tidak gampang. Karena itu bakal one of the biggest turning point in life . Menikah tidak sekedar melanjutkan hidup, tapi memulai hidup baru dari nol. Pasti pernah dong mengambil keputusan yang salah? Contohnya, saat masuk SMA dan milih jurusan IPA, setelah dijalani, ternyata ini bukan passion, tapi yaudah sih, dijalani aja,. toh 2thn lagi bakal lulus kok. Mau yang lebih parah sedikit? Saat masuk kuliah, masih salah ambil jurusan dengan beragam alesan. Ada yang tuntutan orang tua, ada yang ngasal, ada yang coba-coba,ada yang karena keterimanya disitu, yaudah, dijalani aja dulu, manatau ditengah-tengah perkuliahan akan jadi cocok dengan jurusan tersebut. In the reality, masih banyak tuh sampe tamat gak jatuh cinta juga sama jurusan yang udah dia jalani selama 4th. Akhirnya? Bingung lagi saat nyari kerja,ma...

Snowbay TMII

Image
Sabtu, 28 April 2018 saya dan teman kantor berangkat ke TMII. Tujuannya ke snowbay. Kita berangkat dari Bogor dengan KRL. Naik KRL dari St Bojong gede dan turun di St Tanjung barat. Dari tanjung barat kita pesan taksi online karena kita berempat. Tarif taksi 37 ribu. Hitung-hitung 10rb per orang, ya worth it lah. Drivernya lewat tol dan yang nalangin tolnya? Ya kita sendiri. Hihi. Kenapa gak naik angkot aja? Kita sih pertimbangannya, kalau naik angkot pasti lebih lama karena ngetem, sedangkan udah hampir jam 10 kitaa belum sampai TMII. Matahari udah terik, lah nyebur nya mau jam berapa lagi? Dan sebenarnya saya juga kurang tahu ada angkot apa gak lewat sananya. Tapi sepertinya ada. Gerbang TMII Kita tidak dianter ke sampai kedalam. Jadi kita masih harus jalan kaki sekitar 10 menit. Ya, gak jauh-jauh amat lah. Nah, untuk tiket masuknya beragam sesuai akomodasi. Karena kita pejalan kaki, tarifnya kena 15rb per orang.

Snow world International

Image
Minggu 25 Maret 18, saya dan dua temen saya janjian untuk ketemuan. Saya rasa, para wanita karir disana tau lah ya, beratnya hari-hari yang dipenuhi dengan kerja-kerja-kerja. Thats why you need holy-day. Dimana kamu gak mikirin kerjaan, gak mikirin kantor, gak mikirin atasan, semua yang berhubungan dengan kerjaan di sampingin dulu. This is call holy-day. (hari yang kudus..hehe) Kita bertiga sebenarnya live separatedly. Saya tinggal di Bogor, kakak ke-1 di Jakarta, dan kakak ke-2 di Tangerang. Sebenarnya sih dulu kita bertiga pernah sama-sama stay di Tangerang, cuma udah pada pindah. Thats oke lah, selama masih di jabodetabek dan selama KRL masih exist, everything will be easier, ialah soalnya tiketnya murah. Haha H- beberapa jam, kira masih diskusi lewat group watsap, mengenai destinasi, meeting point dan ketemu jam berapa. Akhirnya kesepakatan, ketemu di St Manggarai pukul 13.00WIB. Exactly saya yang jadi juaranya, haha. Ya, i was the first arrive there. Sambil nungguin beliau...

Oleh-oleh & Traktir

Minta oleh-oleh dan minta traktir  Karena saya belum pernah stay di luar Indonesia, jadi saya mau cerita pengalaman di Indonesia ajalah. Kita tau ya, budaya Indonesia banyak sekali. Saya aja gak hapal ada budaya apa aja, yang jelas ada budaya formal dan non formal, maksudnya? Seriusan deh, ini saya juga lagi ngaur. Pernah ngalamin dimintai oleh-oleh gk pas kamu lagi bepergian? Pernahkan? Pernahkan? Exactly i feel u guys.  Misalkan kamu lagi pulang kampung ato liburan, apa yang ditagih oleh temen-temen begitu kamu balik,? OLEH-OLEH. Nah, ini salah satu budaya kita. Budaya yg lumayan berattt.  Kalau saya pribadi boleh berpendapat, pliss, budaya yg ini kita hanguskan aja pelan-pelan. Coba deh, tarik ke diri kamu, kamu kalo liburan ato pulang kampung, pasti kamu udah rencanain dari jauh-jauh hari. Kamu udah planning dari mulai tanggal keberangkatan, transportasi yg murah, dan bla-bla-bla. Yakin deh, orang-orang yang bepergian kalau dia bukan orang-orang tazier, bud...

Masih Jalan-jalan #Jogja

Image
The second day Hari kedua di Jogja, bertepatan dengan hari Minggu. Jadi harus diawali dengan ibadah dulu. Gereja di GKI Gejayan yang mana selama kuliah di Gereja ini ada banyak sekali doa-doa yang saya panjatkan padaNya. Pulang Gereja, mampir ke amplaz. Kangen juga sama mall ini. Gak beli apa-apa sih, Cuma muter-muter doang. Taulah ya, isi mall itu semuanya sama. Saya cuma pengen tarik mundur sedikit memori kemarin. Ketepatan masih suasana Imlek, amplaz pun ikut memeriahkan nya. Ada acara lomba nyanyi antar sekolah, ada juga pertunjukan barongsai, dan yang lebih menarik perhatian saya, penikmat nya rame sekali. Dari anak-anak hingga orang tua. Saya hanya ngerasa bangga bagian dari mereka yang bisa dengan enjoy menikmati pertunjukan ini, menikmati budaya ini tanpa harus terbersit sedikitpun tanggapan negatif. Saya kira kita tau lah, akhir-akhir ini SARA hampir merajalela dan merasuki pikiran orang-orang yang labil. Minimal dari hal kecil seperti ini, saya rasa ini termasuk apre...

Berlibur di BIS

Image
Sial memang gak milih-milih. Dan hari ini saya yang terpilih. Kenapa? Kesialan yang terjadi sebelumnya (AC mati) masih berlanjut. Kali ini lebih parah, tiba-tiba di dalam mobil ada sap alias ngepul. Wah serem dong? Semua penumpang langsung panik, sopir menghentikan bus, dan penumpang cepat-cepat keluar dari mobil. Posisi kita lagi di tengah-tengah tol cikarang dan jengg,,,ternyata udah jam 4 lewat dan kita masih disini? What the..? Ini kita tujuannya Jogja lho, yang mana seharusnya kalau on time berangkat jam 5 sore dari Tangerang, jam 6 pagilah paling gak, udah sampe tujuan. Nah, mulai lah kita para penumpang pada emosi. Gimana gak emosi. Pertama, tiket bis yang ada ditangan kita semua adalah tiket bis HANDOYO, eh yang datang malah Handoko (gak tau nama bisnya, rafi trans atau apalah itu). Bis ini kecil, putih, dan minta dipensiunin. Ialah, liat aja, Tangerang-Cikarang aja udah berkali-kali mogok, minta di dorong bahkan kali ini udah bener-bener gak bergerak. AGEN HANDOYO PEN...

Bus 150 ribu

Image
Gak semua perjalanan menyenangkan. Gak semua liburan menentramkan. Gak semua apa yang terjadi seindah di angan-angan.  Hari ini tanggal 15 Februari 2018, saya memutuskan untuk berlibur ke Jogja, dikarenakan besok ada libur hari raya Imlek. Saya memutuskan untuk naik bis, karena tiker kereta Jakarta – Jogja udah habis dibooking sama orang-orang yang fakir liburan juga kali ya. Saya beli tiket bis 150rb, yang sebeada tiket yang lebih murah yakni 135rb tapi udah ludes juga dibeli sama orang-orang yang saya tidak kenal.  Karena saya pulang kerja jam 5 sore, saya pun beli tiket yang keberangkatannya jam 5 juga. Kantor saya dekat dengan loket pembelian tiket yang nantinya tempat saya naik bis juga. Karena saya yang gak suka molor waktu dan prinsipnya on time, saya pun naik angkot dari kantor ke tempat pembelian yang mana, sebenarnya ngesot pun nyampe. Alhasil saya sampai jam 5lewat sedikit, daaan, bis nya belum datang. Saya sama sekali gak berharap di tinggal loh ya. Oh i...