Posts

The opini (Nikah muda,NOO !!)

Image
Sumber: Google Menikah bukan pencapaian,menikah bukan ajang cepet-cepetan, menikah bukan prestasi, tapi menikah adalah pilihan. Pilihan yang menurut saya sangat-sangat-sangat tidak gampang. Karena itu bakal one of the biggest turning point in life . Menikah tidak sekedar melanjutkan hidup, tapi memulai hidup baru dari nol. Pasti pernah dong mengambil keputusan yang salah? Contohnya, saat masuk SMA dan milih jurusan IPA, setelah dijalani, ternyata ini bukan passion, tapi yaudah sih, dijalani aja,. toh 2thn lagi bakal lulus kok. Mau yang lebih parah sedikit? Saat masuk kuliah, masih salah ambil jurusan dengan beragam alesan. Ada yang tuntutan orang tua, ada yang ngasal, ada yang coba-coba,ada yang karena keterimanya disitu, yaudah, dijalani aja dulu, manatau ditengah-tengah perkuliahan akan jadi cocok dengan jurusan tersebut. In the reality, masih banyak tuh sampe tamat gak jatuh cinta juga sama jurusan yang udah dia jalani selama 4th. Akhirnya? Bingung lagi saat nyari kerja,ma...

Snowbay TMII

Image
Sabtu, 28 April 2018 saya dan teman kantor berangkat ke TMII. Tujuannya ke snowbay. Kita berangkat dari Bogor dengan KRL. Naik KRL dari St Bojong gede dan turun di St Tanjung barat. Dari tanjung barat kita pesan taksi online karena kita berempat. Tarif taksi 37 ribu. Hitung-hitung 10rb per orang, ya worth it lah. Drivernya lewat tol dan yang nalangin tolnya? Ya kita sendiri. Hihi. Kenapa gak naik angkot aja? Kita sih pertimbangannya, kalau naik angkot pasti lebih lama karena ngetem, sedangkan udah hampir jam 10 kitaa belum sampai TMII. Matahari udah terik, lah nyebur nya mau jam berapa lagi? Dan sebenarnya saya juga kurang tahu ada angkot apa gak lewat sananya. Tapi sepertinya ada. Gerbang TMII Kita tidak dianter ke sampai kedalam. Jadi kita masih harus jalan kaki sekitar 10 menit. Ya, gak jauh-jauh amat lah. Nah, untuk tiket masuknya beragam sesuai akomodasi. Karena kita pejalan kaki, tarifnya kena 15rb per orang.

Snow world International

Image
Minggu 25 Maret 18, saya dan dua temen saya janjian untuk ketemuan. Saya rasa, para wanita karir disana tau lah ya, beratnya hari-hari yang dipenuhi dengan kerja-kerja-kerja. Thats why you need holy-day. Dimana kamu gak mikirin kerjaan, gak mikirin kantor, gak mikirin atasan, semua yang berhubungan dengan kerjaan di sampingin dulu. This is call holy-day. (hari yang kudus..hehe) Kita bertiga sebenarnya live separatedly. Saya tinggal di Bogor, kakak ke-1 di Jakarta, dan kakak ke-2 di Tangerang. Sebenarnya sih dulu kita bertiga pernah sama-sama stay di Tangerang, cuma udah pada pindah. Thats oke lah, selama masih di jabodetabek dan selama KRL masih exist, everything will be easier, ialah soalnya tiketnya murah. Haha H- beberapa jam, kira masih diskusi lewat group watsap, mengenai destinasi, meeting point dan ketemu jam berapa. Akhirnya kesepakatan, ketemu di St Manggarai pukul 13.00WIB. Exactly saya yang jadi juaranya, haha. Ya, i was the first arrive there. Sambil nungguin beliau...

Oleh-oleh & Traktir

Minta oleh-oleh dan minta traktir  Karena saya belum pernah stay di luar Indonesia, jadi saya mau cerita pengalaman di Indonesia ajalah. Kita tau ya, budaya Indonesia banyak sekali. Saya aja gak hapal ada budaya apa aja, yang jelas ada budaya formal dan non formal, maksudnya? Seriusan deh, ini saya juga lagi ngaur. Pernah ngalamin dimintai oleh-oleh gk pas kamu lagi bepergian? Pernahkan? Pernahkan? Exactly i feel u guys.  Misalkan kamu lagi pulang kampung ato liburan, apa yang ditagih oleh temen-temen begitu kamu balik,? OLEH-OLEH. Nah, ini salah satu budaya kita. Budaya yg lumayan berattt.  Kalau saya pribadi boleh berpendapat, pliss, budaya yg ini kita hanguskan aja pelan-pelan. Coba deh, tarik ke diri kamu, kamu kalo liburan ato pulang kampung, pasti kamu udah rencanain dari jauh-jauh hari. Kamu udah planning dari mulai tanggal keberangkatan, transportasi yg murah, dan bla-bla-bla. Yakin deh, orang-orang yang bepergian kalau dia bukan orang-orang tazier, bud...

Masih Jalan-jalan #Jogja

Image
The second day Hari kedua di Jogja, bertepatan dengan hari Minggu. Jadi harus diawali dengan ibadah dulu. Gereja di GKI Gejayan yang mana selama kuliah di Gereja ini ada banyak sekali doa-doa yang saya panjatkan padaNya. Pulang Gereja, mampir ke amplaz. Kangen juga sama mall ini. Gak beli apa-apa sih, Cuma muter-muter doang. Taulah ya, isi mall itu semuanya sama. Saya cuma pengen tarik mundur sedikit memori kemarin. Ketepatan masih suasana Imlek, amplaz pun ikut memeriahkan nya. Ada acara lomba nyanyi antar sekolah, ada juga pertunjukan barongsai, dan yang lebih menarik perhatian saya, penikmat nya rame sekali. Dari anak-anak hingga orang tua. Saya hanya ngerasa bangga bagian dari mereka yang bisa dengan enjoy menikmati pertunjukan ini, menikmati budaya ini tanpa harus terbersit sedikitpun tanggapan negatif. Saya kira kita tau lah, akhir-akhir ini SARA hampir merajalela dan merasuki pikiran orang-orang yang labil. Minimal dari hal kecil seperti ini, saya rasa ini termasuk apre...

Taman Sari Yogyakarta

Image
Jogja istimewa, demikian kota gudeg ini dikenal. Budayanya, keratonnya, rakyatnya, dan terkhusus wisatanya semuanya istimewa. Tidak heran disetiap hari libur, Jogja dipenuhi dengan para turis, baik turis lokal maupun mancanegara. Ada banyak tempat wisata yang menarik kedatangan turis untuk sekedar berlibur, ataupun untuk mengetahui sejarah melalui kota ini. Salah satu tempat wisata yang tidak asing dan selalu ramai pengunjung adalah “Taman Sari Yogyakarta”. Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton letaknya tidak jauh dari Malioboro. Jika anda sedang berada di malioboro dan hendak mampir ke Taman Sari, anda cukup naik becak dengan membayar ongkos Rp 5.000,. Perjalanan dengan becak dayung, akan memakan waktu lebih kurang 30 menit dan anda bisa sambil menikmati jalanan, bangunan-bangunan dan orang-orang dengan aktifitas masing-masing. Namun jika anda berkendara motor, anda hanya membutuhkan waktu lebih kurang 15 menit, bagi yang pertama kali, bisa minta bantuan google map ...

Jalan2 hari pertama #Jogja

Image
Jalan-jalan hari pertama. Setelah setahun hengkang dari Jogja, thanks God for the oppurtunity aku masih bisa balik ke Jogja. Hampir 5 tahun stay di Jogja bukan waktu yang singkat juga bukan waktu yang lama. Waktu 3 hari gak akan cukup ngereview Jogja yang bisa aku bilang rumah ke-dua. Aku bukan tipikal pribadi yang suka mengenang masa lalu, no flashback in my dictionary, but Jogja sukses memanggilku sekedar untuk bertukar kabar walau cuma sedikit. Aromanya, udaranya, jalanannya, bangunan-bangunan nya, tidak banyak yang berubah. Berkendara di  jalanan yang dulunya bertahun-tahun saya lewati, kata syukur yang selalu terucap dari bibir ini. Sungguh lucky aku pernah jadi bagian bumi Jogja. Banyak pengalaman, pembelajaran, sakit, bahagia dia suguhkan padaku.  Tukang cilok depan kampus belum pindah lapak, tukang jualan sayur juga, burjo-burjo, minimarket, angkringan, semuanya masih sama. Belok-belokan jalanan juga ternyata masih terekam jelas, aku sama sekali tidak dise...