Posts

Showing posts with the label agustina anggreyani sinaga

Pandu Anak Buangan

Image
Buku dengan judul cerita dari Digul berisi tulisan eks digulis yang dikumpulkan oleh Pramoedya Ananta Toer. Buku ini berisi lima cerita, salah satunya berjudul Pandu Anak Buangan oleh Abdoe’lXarim M.s. Menurut Pram, hingga tahun 1945 hanya inilah karya sastra satu-satunya yang bertemakan psikologi. Secara personal, saya merasa seolah-olah kehilangan hal yang cukup berarti hingga berhari-hari setelah membaca cerita ini. Demikian saya tuliskan potongan/ringkasan cerita Pandu Anak Buangan *** Pandu, seorang anak dari ayah dan ibunya yang biasa saja, tinggal di suatu kampung dalam daerah Madiun. Pada tahun 1918 Bung Pandu berumur 14 tahun setelah tamat dari sekolahnya yang tidak menggunakan bahasa Belanda, Pandu mendapatkan pekerjaan magang yang tak bergaji di kantor wedana. Bukan karena kepintarannya, namun karena pertolongan salah satu kenalan ayahnya. (wedana= kepala pemerintahan pribumi di distrik) Di tahun 1921, tiga tahun sudah lamanya Bung Pandu menjadi magang dan tak bergaji. ...

DENAH RUMAH 8X15M

Image
Mungkin akhir-akhir ini hunian yang familiar adalah sejenis apartemen ataupun rumah susun. Konsepnya sebenarnya sama saja, bangunan vertikal tanpa halaman, hanya saja beda versi. Versi mewah aka apartemen dan versi merakyat aka rusun. Mungkin salah satu alasannya adalah terbatasnya lahan yang bisa dijadikan untuk hunian. Tapi jika kita mau memilih untuk tinggal tidak terlalu di pusat kota, masih besar kemungkinan untuk medirikan rumah yang langsung napak di bumi. (duhh, bahasa) Luas hunian sebenarnya mengikuti rencana jumlah penghuni. Tapi bisa dirata-ratakan pasangan di Indonesia yang menikah akan memiliki 2 anak (Konon katanya program 2 anak cukup adalah warisan Pak Harto yang terbaik bagi Indonesia). Rumah tinggal biasanya harus memenuhi fungsi-fungsi ruang sebagai kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Luas kebutuhan minimum setiap orang adalah 9m2, berarti kebutuhan untuk keluarga adalah 36m2. Sudah tau ya, alasan rumah-rumah minimalis yang ditawarkan banyak yang tip...

Snowbay TMII

Image
Sabtu, 28 April 2018 saya dan teman kantor berangkat ke TMII. Tujuannya ke snowbay. Kita berangkat dari Bogor dengan KRL. Naik KRL dari St Bojong gede dan turun di St Tanjung barat. Dari tanjung barat kita pesan taksi online karena kita berempat. Tarif taksi 37 ribu. Hitung-hitung 10rb per orang, ya worth it lah. Drivernya lewat tol dan yang nalangin tolnya? Ya kita sendiri. Hihi. Kenapa gak naik angkot aja? Kita sih pertimbangannya, kalau naik angkot pasti lebih lama karena ngetem, sedangkan udah hampir jam 10 kitaa belum sampai TMII. Matahari udah terik, lah nyebur nya mau jam berapa lagi? Dan sebenarnya saya juga kurang tahu ada angkot apa gak lewat sananya. Tapi sepertinya ada. Gerbang TMII Kita tidak dianter ke sampai kedalam. Jadi kita masih harus jalan kaki sekitar 10 menit. Ya, gak jauh-jauh amat lah. Nah, untuk tiket masuknya beragam sesuai akomodasi. Karena kita pejalan kaki, tarifnya kena 15rb per orang.

Oleh-oleh & Traktir

Minta oleh-oleh dan minta traktir  Karena saya belum pernah stay di luar Indonesia, jadi saya mau cerita pengalaman di Indonesia ajalah. Kita tau ya, budaya Indonesia banyak sekali. Saya aja gak hapal ada budaya apa aja, yang jelas ada budaya formal dan non formal, maksudnya? Seriusan deh, ini saya juga lagi ngaur. Pernah ngalamin dimintai oleh-oleh gk pas kamu lagi bepergian? Pernahkan? Pernahkan? Exactly i feel u guys.  Misalkan kamu lagi pulang kampung ato liburan, apa yang ditagih oleh temen-temen begitu kamu balik,? OLEH-OLEH. Nah, ini salah satu budaya kita. Budaya yg lumayan berattt.  Kalau saya pribadi boleh berpendapat, pliss, budaya yg ini kita hanguskan aja pelan-pelan. Coba deh, tarik ke diri kamu, kamu kalo liburan ato pulang kampung, pasti kamu udah rencanain dari jauh-jauh hari. Kamu udah planning dari mulai tanggal keberangkatan, transportasi yg murah, dan bla-bla-bla. Yakin deh, orang-orang yang bepergian kalau dia bukan orang-orang tazier, bud...

Being an officer

If i have to flash back to 1year ago, my dream is work in company. Although it not suitable with my major. I should be a teacher, coz i was studied in universitas about 4 years to be a good teacher :). I even close my eyes for PNS oppurtunity. Coz i haven't yet want to being a teacher. I love being a teacher, but not now. Im still young, i have to explore the other thing to make the experience, and I need much money for many thing (rasional right?). I just delay my passion and do the other one. And now what? About six month i'm being an officer. Am i happy enough? Is this that i want ? What that i had till this far ? Or, am i dissapointed? So far im enjoying it. So many joke i find. Everyday. Many thing that i've learn in here. My life so straight. My routinity is so polite :).  I wake up every morning, then go to office, work till 12pm. Take a break 1hour, then continiou to work till bell sound at 5pm. 5days in a week. In weekend i just lay at my bed while phone...

NEXT by MICHAEL CRICHTON

Image
Ada satu buku yang membuat saya penasaran, lalu memutuskan untuk membacanya. Di halaman awal ada tulisan, “ Novel ini adalah fiksi, kecuali bagian-bagian yang bukan fiksi ”. Saya berharap, bukan hanya saya yang menganggap kalimat ini lucu. Tapi justru kaliamat ini lah yang memutuskan saya membaca buku tersebut. Buku yang berjudul NEXT ini adalah karya dari Michael Crichton yang merupakan penulis best seller internasional. Sampul novel NEXT Di halaman-halaman awal, yang saya rasakan hanya kejenuhan saat membaca buku ini (ntah ini buku atau novel, saya ragu. Hihi). Banyak kosa-kata dan kalimat-kalimat berat yang harus dibaca berulang kali agar paham maksudnya. Rasa jenuh membaca buku ini berbanding lurus dengan rasa penasaran terhadap point-point apa yang buku ini akan sampaikan kepada saya. Lalu, apa yang saya dapatkan dari buku yang merupakan campuran antara fiksi dan yang bukan fiksi ini? Oke, mungkin yang tertinggal di kepala saya juga hanya beberapa hal yang benar...

LGBT

Aku rasa, siapapun pembaca tulisan ini tidak akan asing dengan judul di atas. LGBT. Aku gak akan menjelaskan panjang lebar mengenai LGBT. Kepanjangannya juga aku rasa gak perlu lagi. Lalu, apa yang ingin aku bahas pada tulisan ini ? gak terlalu banyak hal dan mungkin gak terlalu penting juga. Hanya saja, semalam ada sebuah komunitas yang tanpa sengaja aku terlibat di dalamnya dan topic pembicaraan pada komunitas tersebut ialah mengkaji mengenai bagaima kita menyikapi LGBT ini. Satu hal penting, bahwa komunitas ini bukan komunitas LGBT. Tapi komunitas baek-baek. Sebenarnya semalam, aku tidak terlalu mencerna dan mengikuti penjelasan/pembelajaran mengenai topic yang sedang di bahas, yaitu mengenai LGBT. Tapi pastinya, pada pembicaraan semalam mengkaji mengenai bagaimana kita meyikapinya. Apakah kita harus pro atau kontra. Mungkin hampir dari kita semua, khususnya orang-orang normal tanpa berpikir jauh jawaban yang sangat-sangat pasti dalam menyikapi LGBT adalah ‘kontra’. Alasan...