Posts

Showing posts with the label teknik sipil

Mencari harga satuan pekerjaan hingga estimate real of cost

Image
  Contoh! Berdasarkan denah pondasi, carilah harga satuan per pekerjaan lalu hitung estimate real cost pada pekerjaan pondasi tersebut. (Abaikan pekerjaan permulaan/persiapan.) Jawab Setelah didapatkan harga satuan pekerjaan, barulah dapat dihitung estimate real of cost nya. Jadi, pekerjaan pondasi pada gambar, membutuhkan biaya sebesar Rp14.396.956,- Mencari volume pondasi, luasan dikali panjang. Pondasi yang digunakan berbentuk trapesium,  Harga satuan didapat dari analisa. Harga material didapat dari toko bangunan/survey/googling. Harga upah didapat dari upah daerah/googling. Contoh perhitungan. Galian tanah pondasi (bentuk trapesium) Volume = (sisi atas + sisi bawah) : 2 x tinggi x panjang pekerjaan Volume = (1,26+0,9)/2*0,9*35 Volume = 34,02m3 Jumlah harga = volume dikali harga satuan Jumla harga = 34,02m3 x Rp51.750 = Rp1.760.535 *panjang pekerjaan berdasarkan denah,hitung seluruh sumbu vertikal & horizontal. Jadi untuk nyari RAB langkahnya seperti di atas, hanya saj...

Harga Satuan Pekerjaan

Image
Harga satuan pekerjaan adalah jumlah harga bahan dan upah tenaga kerja berdasarkan perhitungan analisis. Ada tiga istilah yang harus dibedakan dalam menyusun anggaran biaya bangunan, yaitu: Harga Satuan Bahan, Harga Satuan Upah, dan Harga Satuan Pekerjaan. Berikut skema Harga Satuan Pekerjaan Analisa Bahan Analisa bahan suatu pekerjaan adalah menghitung banyaknya volume masing-masing bahan, serta biaya yang dibutuhkan. Harga bahan didapat di pasaran, dikumpulkan dalam satu daftar  yang dinamakan Daftar Harga Satuan Bahan. Contoh, Berdasarkan analisa harga satuan pekerjaan, indeks kebutuhan bahan untuk  pekerjaan 1m3 pondasi sebagai berikut:   1,2m3 Batu belah   163kg  Semen portlan 0,52m3 Pasir pasang Jika harga satuan bahan kita masukkan ke dalam analisa, maka kebutuhan bahan menjadi: 1,2m3 Batu belah            @Rp300.000    = Rp360.000 163kg  Semen portlan     @Rp900  ...

Metode Varian dan Konsep Nilai Hasil

Image
Metode varian Metode varian adalah menghitung jumlah unit yang diselesaikan kemudian membandingkan dengan perencanaan, atau melihat catatan penggunaan sumber daya, dan membandingkan dengan anggaran (Soeharto 1998). Penyimpangan yang dapat dilihat dengan metode ini adalah sebagai berikut. Biaya aktual di lapangan dengan anggaran yang dibuat pada saat perencanaan. Waktu pelaksanaan pekerjaan dengan jadwal pekerjaan. Tanggal pelaksanaan tiap kegiatan dengan rencana Progres pekerjaan dengan rencana kerja pada suatu tinjauan waktu Analisis varians dengan Kurva S dapat digambarkan sebagai berikut.  Konsep Nilai Hasil (Earned Value) Konsep ini erupakan suatu konsep perhitungan anggaran biaya sesuai dengan pekerjaan yang telah diselesaikan. Nantinya akan diketahui hubungan antara yang telah dicapai secara fisik terhadap jumlah anggaran yang telah dikeluarkan. Manfaat dari konsep nilai hasil adalah sebagai berikut: Untuk meningkatkan efektifitas dalam memantau dan mengendalikan ke...

Total Float dan Free Float

Image
Float yaitu suatu perhitungan yang menunjukkan fleksibilitas suatu kegiatan untuk dapat mulai dan selesai lebih lambat walaupun tetap dalam waktu yang diizinkan tanpa mengubah durasi atau kurun waktu proyek (Callahan, 1992) Float terdiri dari total float dan free float. Total Float (TF) TF adalah jumlah waktu yang diperkenankan suatu kegiatan boleh ditunda, tanpa memengaruhi jadwal proyek secara keseluruhan. Float Total ini dimiliki bersama oleh semua kegiatan yang ada pada jalur yang bersangkutan. Total Float suatu kegiatan sama dengan waktu mulai paling akhir, dikurangi waktu mulai paling awal kegiatan. Atau jika dituliskan dengan rumus TF = LF – EF = LS – ES TF = L(j) – E(i) – D (i-j) Free Float (FF) FF terjadi bila semua kegiatan pada jalur yang bersangkutan mulai seawal mungkin. Float bebas hanya dimiliki oleh suatu kegiatan tertentu , sehingga jika terjadi penundaan suatu kegiatan tidak akan mempengaruhi waktu mulai paling awal dari kegiatan berikutnya. FF suat...

Aktivitas Dummy

Image
Dummy membantu menjelaskan hubungan logis antar kegiatan dan memastikan bahwa setiap aktifitas memiliki nomor nodenya. Aktivitas dummy tidak memiliki durasi atau ketergantungan dengan kegiatan lain, dan selalu ditampilkan dengan menggunakan anak panah dengan garis putus-putus . Penggunaan aktivitas dummy. Pehatikan gambar.  Gambar A adalah contoh yang salah, karena jika tidak menggunakan dummy, aktifitas B dan C akan memiliki node yang sama.  Gambar B sudah digunakan aktifitas dummy, sehingga pada aktifitas B dan C sudah memiliki node yang berbeda. Berikut contoh penggunaan jaringan kerja menggunakan aktivitas dummy. Contoh1. Jarigan kerja Contoh2. Jaringan kerja

Metode Jalur Kritis

Image
Jalur kritis atau critical path method adalah jalur yang memiliki rangkaian komponen-komponen kegiatan, dengan total waktu terlama dan menunjukkan kurun waktu penyelesaian proyek tercepat. Pada jalur ini ada kegiatan-kegiatan yang bila pelaksanaannya terlambat, akan menyebabkan keterlambatan penyelesaian keseluruhan. Ada beberapa istilah yang harus diketahui sebelum membuat jaringan kerja, yaitu Early start (ES): waktu paling awal sebuah kegiatan dapat dimulai setelah kegiatan sebelumnya selesai. Late start (LS): waktu paling akhir sebuah kegiatan dapat diselesaikan tanpa memperlambat penyelesaian jadwal proyek. Early finish (EF): waktu paling awal sebuah kegiatan dapat diselesaikan jika dimulai pada waktu paling awalnya dan diselesaikan sesuai dengan durasinya. Late finish (LF): waktu paling akhir sebuah kegiatan dapat dimulai tanpa memperlambat penyelesaian proyek. Sifat jalur kritis: Pada kegiatan pertama, ES = LS = 0 Pada kegiatan terakhir, LF = EF Total Float, TF = 0...

Metode Jaringan Kerja

Image
Metode jaaringan kerja merupakan cara grafis untuk menggambarkan kegiatan-kegiatan dan kejadian yang diperlukan untuk mencapai tujuan proyek. Jaringan menunjukkan susunan logis antarkegiatan, hubungan timbal balik antara pembiayaan dan waktu penyelesaian proyek, dan berguna dalam merencanakan urutan kegiatan yang saling bergantung dihubungkan dengan waktu penyelesaian proyek yang diperlukan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan terlebih dahulu dalam membuat metode jaringan kerja, yaitu: Menentukan aktivitas/kegiatan Pada kegiatan ini, pecah seluruh lingkup pekerjaan proyek menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil, agar dapat terkontrol dengan manajer proyek sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Menentukan durasi aktifitas/kegiatan Durasi aktifitas merupakan suatu perkiraan dan masuk akal. Untuk memastikan durasi yang masuk akal, para pembuat jadwal proyek harus bekerja sama dengan estimator proyek dan pengawas proyek. Para mebuat jadwal proyek mampu memecah-mecah aktivitas-...

Arus Kas Rencana Proyek dengan Finansial

Image
Contoh soal perencanaan cash flow dengan finansial. Akan dilakukan pembangunan rumah Pak Yohan. Buatlah arus kas rencana rumah tersebut dengan finansial berdasarkan data-data berikut. Nilai kontrak Rp250.000.000,00 Uang muka 10% dari nilai kontrak Provisi 1% dari pinjaman Bunga bank 7% per tahun Termin sebagai berikut. Pinjaman harus dikembalikan dalam jangka 1 tahun Uang muka harus dikembalikan dalam masa konstruksi Saldo awal ditetapkan sebesar Rp5.000.000,00 Data biaya konstruksi adalah sebagai berikut Jawab Buatlah jumlah pembayaran berdasarkan termin dan progres pekerjaan.  Uang muka dipinjamkan sebesar 10% dari nilai kontrak, yaitu: 10% x Rp250.000.000 = Rp25.000.000 dan harus dikembalikan selama masa konstruksi. Jumlah uang pembayaran berdasarkan progres pekerjaan seperti tabel di bawah ini. Membuat arus kas dengan menjaga saldo akhir selalu positif, maka harus dilakukan peminjaman kepada bank dengan tingkat bunga 7% per tahun dan biaya provisi 1% dari pinjaman bank (...

Arus Kas Proyek

Image
Arus kas Arus kas akan menjelaskan keluar masuknya uang selama pelaksanaan proyek konstruksi dan juga sebagai alat memperkirakan keuangan pada masa mendatang. Arus uang yang masuk dan keluar menandakan adanya suatu kegiatan yang harus diupayakan keseimbangannya. Bila salah satu berhenti, maka kegiatan proyek juga akan berhenti. Arus kas harus selalu diupayakan sedemikian rupa agar tidak merugi/defisit. Dalam membuat arus kas, unsur utama terbagi menjadi 2, yaitu jadwal penerimaan dan jadwal pengeluaran. Disamping itu ada unsur kas awal, finansial dan kas akhir. Jadwal penerimaan. Pada proyek konstruksi, realisasi penerimaan sanga ditentukan oleh cara pembayaran. Cara pembayaran antara lain sbb: Pembayaran dengan uang muka atau tanpa uang muka Pembayaran bulanan (monthly payment) Pembayaran termin (progress payment) Pembayaran sekali di akhir (turnkey payment) Jadwal pengeluaran Pengeuaran uang peusahaan dapat menunjang berbagai tujuan. Untuk perhitungan arus kas...

Membuat Kurva S

Image
 Kurva S adalah grafik yang dibuat dengan sumbu vertikal sebagai nilai kumulatif biaya atau penyelesaian (progress) kegiatan dan sumbu horizontal sebagai waktu . Kurva S memiliki kegunaan sevagai berikut: *Untuk menganalisis kemajuan/progress suatu proyek secara keseluruhan. *Untuk mengetahui pengeluaran dan kebutuhan pelaksanaan proyek. *Untuk mengontrol penyimpangann yang terjadi pada proyek dengan membandingkan kurva S rencana dengan kurva S aktual. Lalu bagaimana cara membuat kurva S?  Perhatikan contoh pembuatan kurva S dalam rencana pekerjaan kostruksi irigasi berikut.  Telah disediakan data seperti pada tabel. Langkah berikutnya, tambahkan baris di bawah setiap pekerjaan untuk membuat bar chart. Barchart telah selesai, sesuai dengan durasi pekerjaan.  Diatas barchart, tuliskan bobot nya. (Bobot dibagi durasi) Hitung %biaya dan %biaya kumulatif. % biaya didapatkan dari penjumlahan sesuai kolom lajur waktu . %biaya kumulatif didapatkan dari setiap periode. Buatl...

PERKERASAN BERBITUMEN

Image
PERKERASAN BERBITUMEN Perkerasan berbitumen terdiri dari kombinasi agregat mineral dengan pengikat berbitumen. Bitumen sebagai bahan pengikat untuk permukaan jalan pertama kali muncul dalam sejarah Babilonia kira-kira 625SM. Perkerasan yang memenuhi seluruh persyaratan yang diuraikan disini dihasilkan dari empat proses konstruksi yang berbeda sebagai berikut 1.       Panaskan pengikat berbitumen kental sampai lumer; kemudian, di dalam pabrik, campurkan dengan agregat panas. Hamparkan dan padatkan campuran tersebut ketika masih panas. 2.       Gunakan pengikat berbitumen cair seperti aspal atau emulsi. Campurkan bahan tersebut dengan agregat pada temperature normal. Pencampuran dapat dilakukan dipabrik atau di atas dasar badan jalan yang telah disiapkan. Hamparkan dan padatkan campuran tersebut pada suhu nomal sebelum larutannya menguap atau emulsinya pecah. 3.       Hamparkan dan padatkan agregat pecah yang b...