Posts

Mengenal Wimar Witolear tanpa harus berkenalan dengannya

Dulunya saya memang lumayan gemar membaca. Khususnya membaca majalah, novel, dan komik. Tapi akhir-akhir ini minat baca saya sudah sangat berkurang atau bahkan tidak memiliki minat baca lagi akibat demam drakor alias drama korea. Taukan ? kalau drama korea merasuki hampir seluruh pikiran anak muda termasuk saya. Saya menghabiskan banyak sekali waktu untuk menonton drama korea, sampai saya tersadar bahwa saya harus mengurangi menonton karena terakhir saat cek mata, minus mata saya bertambah parah. Lalu saya main ke perpus untuk cari-cari novel, karena saya mau belajar lagi mengembalikat minat baca saya. Saat mutar-mutar perpus saya melihat label rak buku yang bertuliskan biografi. Saya berpikir untuk membaca biografi saja, karena sebelumnya memang belum pernah saya membaca buku yang berisi biografi. Nah, saat saya memilih-milih buku yang ingin saya baca, saya tertarik dengan buku  yang berjudul “Wimar Witolear : Hell, Yeah * Fira Basuki”. Jujur saya tidak tahu menahu apapun dar...

Pengelaman Mengenal R.A Kartini

Sebenarnya saya menulis ini begitu selesai makan mie instan. Dan keinginan ingin menulis muncul saat saya ditengah-tengah menyantap mie instan, dan saat ini pukul 20.42 wib. Sore tadi saya membaca buku “habis gelap terbitlah terang”. Saya rasa semua orang tahu siapa sosok yang diceritakan dalam buku ini. Sebelumya saya memang belum pernah membaca buku tersebut, saya hanya mendengar penuturan seadannya dari guru-guru zaman dahulu mengenai kalimat habis gelap terbitlah terang dan mengenai sosok R.A Kartini. Dan saya memutuskan untuk membuat pengalaman pribadi dengan beliau lewat membaca buku tersebut walaupun ini sudah terlalu telat. Saat membaca buku tersebut di awal-awal, saya sedikit bingung dengan kalimatnya. Saya berfikir “apa ini salah ketik ? ihh, siapa sih penulisnya ? kok bahasanya rada jadul dan susah dipahami ?” lalu begitu saya lihat cetakan pertama buku ini pada tahun 1938. Lalu saya bergumam, “wahh, pantes”. Dan buku yang saya pegang tadi adalah cetakan ke 28. Oke,...

Melamar Sebagai Penyiar

Kira-kira seminggu lalu, saya mengirimkan lamaran ke satu stasiun radio di kota ini. Stasiun radio tersebut membutuhkan pekerja sebagai penyiar. Sebelumnya, info mengenai lowongan ini saya dapat dari twitter. Di sana, syarat untuk melamar hanya mengirimkan cv, surat lamaran, dan contoh suara. Saya merasa tertarik akan lowongan itu. karena saya merasa tertarik, lalu saya mengirimkan lamaran ke radio tersebut lewat email. Hanya selang beberapa hari setelah surat lamaran tersebut saya kirim, saya mendapat telpon dari nomor asing. Saat saya mengangkat telepon, ternyata panggilan tersebut dari kantor radio. Saya merasa sedikit senang. Saya berpikir “wah, mereka menguhubungi saya, apakah mereka tertarik dengan jenis suara yang saya?”   Pada perbincangan tersebut, saya disuruh datang ke kantor utuk test tiga hari kedepan.  Di hari H saya pun berangkat, dengan sedikit grogi, karena saya tidak tahu apa-apa. Kira kira apa yang akan saya lakukan disana. Saya berfikir, apakah m...

Untuk Jadi Imigran Saja, Harus Lulus Persyaratan. (Belgia)

Setelah beberapa lama saya fakum sebagai part timer, kemarin saya kembali bekerja lagi. Karena di hari weekend, jadi karyawan tidak ada yang kerja. jadi hanya sendiri dengan bos bule yang sebelumnya pernah saya ceritakan lewat tulisan saya sebelumnya. Jangan berpikiran macam-macam dulu. Karena selama bekerja, anak bos saya ada di office dan rumah dengan office hanya dipisahkan dengan dinding. Disela-sela bekerja, saya bertanya pada bos saya. “Mr, kenapa milih tinggal di Indonesia ? kenapa tidak di Belgia saja?” saya memang ingin sekali merasakan bagaimana rasanya tinggal di luar negeri, jadi saya sangat penasaran bagaimana sih kehidupan di luar negeri dan apa yang membedakan dengan kita di sini. Lalu jawaban Mr tersebut, “saya bosan hidup disana”. Saya semakin penasaran. Kok bisa bosan ? bukankah hidup di luar negeri itu pasti mengenakkan. Begitu benak saya yang benar-benar suatu saat ingin tinggal di luar negeri. “Di sana terlalu banyak peraturan. Semua harus atas izin” sambungnya....

Kami

Image
Tidak terasa, tiga tahun telah terlewati. Mereka adalah teman sekelas saya selama di perkuliahan. Dari awal kami ditempatkan di satu kelas, hanya saja jika ada matakuliah praktek barulah kelasnya dibagi menjadi dua. Kami adalah mahasiswa UNY jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan (PTSP) kelas B. Kami angkatan 2012, itu berarti sekarang sudah semester 7. Mungkin diantara kami sudah ada yang akan memulai penyusunan skripsinya, dan beberapa diantara kami masih aktif keluar masuk kampus untuk mengulang beberapa matakuliah yang dirasa kurang memuaskan. Saya termasuk yang jarang bergaul dengan mereka semua, hanya beberapa diantara mereka yang menjadi teman dekat saya sejak awal perkuliahan. Tapi saya berterimakasih buat kalian semua sudah menjadi teman sekelas sejak semester satu.  Fighting untuk kita semua,  semoga segera sukses dalam cita dan cintanya. Kami dengan wearpack kebanggaan kami

SMA atau SMK ?

Sekitar dua setengah tahun lalu, saya merupakan salah satu dari banyak sekali lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sekitar lima setengah tahun lalu, saya adalah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat lulus dari SMP, saya melanjut ke SMA. Kenapa SMA dan bukan SMK ? Kira-kira seperti inilah alasan saya mengapa memilih SMA : 1. Terlalu tidak tahu apa itu SMA dan SMK, tetapi SMA itu lebih familiar dan kesannya SMA itu jauh lebih baik dibanding SMK. 2. SMK cenderung sebagai “pembuangan” siswa yang tidak berhasil masuk SMA dan siswanya bandel-bandel. 3. SMA lebih bergengsi dan siswa SMA lebih bergengsi dibanding siswa SMK. 4. Tamatan SMA akan melanjut keperguruan tinggi, dan tamatan SMK akan bekerja. 5. Didunia kerja, tamatan SMA yang sudah bergelar sarjana akan “mengalahkan” tamatan SMK yang telah lebih dahulu masuk ke dunia kerja. 6. Masih banyak lagi anggapan-anggapan yang saya simpulkan sendiri dimana SMA itu adalah pililhan yang terbaik un...

TRIP (kecil2an)

Image
Beberapa waktu lalu, aku dan temanku sekedar mencoba trip kecil-kecilan. Udah dua minggu kita bergelut dengan ujian. Khususnya diriku, setiap hari dirundung galau. Galau karna ujiannya berantakan. Sangat berantakan. Dan memang benar, setelah nilai ujianku keluar..gak jauh beda dari prediksiku. Semuanya berantakan. Jadwal remed udah menanti. Ini bikin semangat hidup makin jauh. Kenapa, karena aku harus ujian ulang. Jadi, untuk merefresh kita sepakat bikin trip kecil-kecilan. Cari inspirasi dulu sebelum remed. Hehe. Kita akhirnya berangkat ke kota apel alias kota Malang. Tapi, beneran deh, kita sama sekali gak makan apel. Kita Cuma ngeliat patung apel yang super gede. Trip perjalanan kita. Dari Jogja, naik bis yang namanya sumber kencono. Kita berangkat malam. Kita menghabiskan waktu selama 7jam perjalanan. Kita turun di Mojokerto waktu hari masih subuh. Jadi kita mampir dulu ke rumah teman kita yang satunya sebelum ke Kota Malang. Di Mojokerto, kita sempat jalan-jalan ke air ter...