Sean dan kucing di taman Minggu pagi

Hari Minggu pagi yang cerah. Matahari baru saja muncul di balik pepohonan. Udara terasa sejuk, dan burung-burung berkicau dengan riang.

Seperti biasa, Sean sudah bangun sejak pagi karena sudah menjadi kebiasaan untuk berangkat pagi ke sekolah.

 “Hmm... hari ini hari Minggu,” gumam Sean sambil tersenyum. “Tapi aku tetap bangun pagi!”

Daripada kembali tidur, Sean pun memakai sepatu dan pergi berjalan-jalan ke taman dekat rumah. Sesampainya di taman, Sean menarik napas dalam-dalam.

“Haaaah... segarnya udara pagi!” Sean berjalan perlahan sambil melihat sekeliling.

Di sana ada bunga-bunga berwarna-warni yang bermekaran. Ada kolam kecil dengan ikan-ikan yang berenang kesana-kemari.

“Wah, ikannya banyak sekali!” kata Sean.

Di bagian lain taman, banyak orang sedang berolahraga. Ada yang berlari, bersepeda, melakukan senam, bahkan ada yang berjalan santai bersama keluarganya.

Setelah cukup berjalan-jalan, Sean merasa sedikit lelah. Ia pun duduk di sebuah bangku taman.

“Sebentar istirahat dulu,” kata Sean.

Baru beberapa saat duduk, tiba-tiba...

“Meooong...”

Sean menoleh. Seekor kucing kecil berjalan perlahan ke arahnya. Kucing itu memiliki bulu yang lembut. Ia berjalan mendekati Sean, lalu duduk tepat di samping kaki Sean.

Sean tersenyum.

“Hai, Kucing! Kamu juga habis olahraga?”

Kucing itu hanya menatap Sean.

“Meong...”

Sean tertawa kecil.

“Wah, berarti benar, ya?”

Kucing itu kemudian mengibas-ngibaskan ekornya. Sean merasa senang mendapatkan teman baru.

“Kalau begitu...” Sean berpikir sebentar. “Jajan es krim yuk, Aku traktir kamu!”

Kucing itu langsung berdiri.

“Meooong!”

“Wah, kamu mau!”

Sean dan kucing kecil itu kemudian berjalan bersama menuju kantin taman. Sesampainya di kantin, Sean membeli es krim. Sean duduk di sebuah kursi, sementara kucing kecil itu duduk manis di sampingnya. Sean menikmati es krimnya perlahan.

“Enak sekali!”

Kucing itu melihat es krim Sean.

Sean tertawa.

“Tenang, teman. Aku belikan kamu makanan juga.”



Kucing itu mengeong gembira. Mereka kemudian menikmati makanan masing-masing sambil melihat orang-orang yang sedang berolahraga.

Ada yang berlari, ada yang bersepeda, dan ada juga yang bermain bersama anak-anak.

Pagi itu terasa begitu menyenangkan. Sebelum pulang, Sean mengelus kepala kucing itu.

“Sampai jumpa lagi, ya. Besok-besok kita olahraga bersama!”

Kucing itu menatap Sean lalu menjawab,

“Meooong!”

Sean pun tertawa.

Comments

Popular posts from this blog

Dongeng Kelinci: Gara gara wortel

Dongeng Anak: Landak Kecil dan Duri Istimewanya

Dongeng anak: Mumut si Semut Kecil

Persib Bandung Tundukkan Selangor FC 2-0, Puncaki Klasemen Grup G AFC Champions League Two 2025

Menuju KPU Kabupaten Mempawah: Penugasan Pertama Sebagai CPNS Baru