Petualangan Tiga Babi Kecil

Pada suatu sore yang cerah, tiga ekor babi kecil berjalan-jalan di dalam hutan. Mereka adalah Bubu si babi besar, Bebe si babi sedang, dan Bibi si babi kecil.

Awalnya mereka sangat gembira.

“Ayo kita cari buah-buahan yang manis!” kata Bebe sambil melompat-lompat.

Namun, mereka berjalan semakin jauh. Matahari mulai turun, dan perut mereka mulai keroncongan.

“Aduh…” kata Bibi sambil memegang perutnya. “Kakiku pegal sekali, dan aku lapar. Kita pulang yuk.”

Bubu mendengus pelan.

“Katanya di hutan ini ada banyak buah. Dari tadi aku belum melihat satu pun.”

Bebe menunduk malu.

“Maaf ya, teman-teman. Aku ingat pernah ke sini bersama sepupuku. Kami menemukan kebun buah yang besar sekali. Tapi sekarang aku lupa jalannya.”

Bibi mulai cemberut.

“Kalau hari gelap bagaimana? Aku jadi ingin cepat pulang dan bertemu Mama.”

Bubu yang sebenarnya juga khawatir berkata, “Jangan menangis ya. Kita pasti menemukan jalan.”

Bebe lalu mendapat ide.

“Aku punya teman monyet yang tinggal di hutan ini. Namanya Onet!”

Ia pun memanggil dengan suara nyaring.

“Uuu aaa… uuu aaa…!”

Beberapa saat kemudian terdengar suara balasan.

“Uuu aaa… uuu aaa…!”

Tak lama, seekor monyet lucu melompat dari pohon ke pohon.

“Halo, Bebe!” seru Onet sambil tersenyum. “Wah, kamu bersama teman-temanmu!”

Bebe segera bercerita bahwa mereka tersesat dan sangat lapar.

Onet mengangguk.

“Tenang saja. Kebun pisangku sedang panen. Tunggu sebentar ya!”

Whoosh!

Onet bergelantungan dengan cepat hingga menghilang di balik daun-daun.

Ketiga babi duduk menunggu.

“Aku minta maaf ya,” kata Bebe pelan.

Bibi tersenyum kecil. “Tidak apa-apa. Yang penting kita bersama.”

Bubu juga mengangguk. “Iya, teman tidak boleh saling menyalahkan.”


Tak lama kemudian, Onet datang kembali bersama teman-temannya. Mereka membawa dua tandan pisang kuning yang besar dan harum.

“Wahhhh!” seru ketiga babi bersamaan.

“Makanlah sampai kenyang,” kata Onet. “Dan satu tandan lagi untuk dibawa pulang.”

Ketiga babi makan pisang dengan lahap.

“Manis sekali!” kata Bibi.

“Enak sekali!” kata Bebe.

“Aku bisa makan sepuluh!” kata Bubu membuat semua tertawa.

Setelah kenyang, Onet menunjukkan jalan pulang.

“Kalian ikuti saja sungai kecil itu. Jalannya aman dan cepat sampai rumah.”

“Terima kasih banyak, Onet!” kata ketiga babi.

Mereka pun berjalan pulang sambil membawa pisang. Langit mulai berwarna jingga, dan angin sore terasa lembut.

Di perjalanan, mereka saling membantu.

Bubu membantu membawa pisang, Bebe menunjukkan jalan, dan Bibi bernyanyi riang.

Tak lama kemudian, rumah mereka terlihat di kejauhan.

“Mamaaaa!” seru Bibi gembira.

Mereka pun sampai di rumah dengan selamat dan hati yang bahagia.

Malam itu, ketiga babi tidur nyenyak sambil tersenyum.


Comments

Popular posts from this blog

Dongeng Kelinci: Gara gara wortel

Dongeng anak: Mumut si Semut Kecil

Dongeng Anak: Landak Kecil dan Duri Istimewanya

Persib Bandung Tundukkan Selangor FC 2-0, Puncaki Klasemen Grup G AFC Champions League Two 2025

Menuju KPU Kabupaten Mempawah: Penugasan Pertama Sebagai CPNS Baru